salatiga.dev

Acara

Catatan dari sarang

Setiap kali koloni ini berkumpul, selalu ada ide yang saling bersilangan. Ini catatan dari setiap pertemuannya.

Meetup pertama salatiga.dev
Meetup #1 Sabtu, 18 Juli 2026 · 09.00–10.30

Dengungan Pertama dari Sarang

Semua hal pertama selalu punya cerita. Meetup pertama kami pun begitu — dibuka dengan urusan setup khas engineer, lalu mengalir ke satu pertanyaan besar: bagaimana caranya builder dari kota kecil bisa bersaing di panggung global? Dalam satu setengah jam, kami berempat sempat membahas infrastruktur, karier, marketing, sampai satu hal yang mengikat semuanya — disiplin pada data.

Yang hadir

  • Robby Widyahartono
  • Bani Adam Afandi
  • Angga Nova Perkasa
  • Helmi Susanto

Jalannya cerita

  1. Dibuka dengan terminal

    Bani dan Robby membuka sesi dengan cara khas engineer: langsung utak-atik setup. Mulai dari konfigurasi Virtual Private Server, sampai tools CLI dan paket npm yang berseliweran di layar. Dari review sebuah video, obrolan pelan-pelan bergeser ke soal jenjang karier: AI engineer, senior developer, senior manager — di perusahaan teknologi global, posisi-posisi yang jadi target bersama.

  2. Obrolan karier makin serius

    Begitu Angga dan Helmi ikut bergabung, obrolan langsung melebar ke panggung global. Mulai dari soal interview dan lamaran kerja, sampai hal-hal yang sering luput dipikirkan kalau mau kerja lintas negara dari Indonesia — termasuk urusan pajak dan lokasi untuk posisi di Australia dan Singapura. Helmi ikut membedah lowongan yang dia pantau di Indeed: product engineer, senior principal engineer, system designer, sampai data analysis engineer — kebanyakan bisa remote atau hybrid.

  3. Dari kode ke pasar

    Helmi lalu mengajak kami menggeser kacamata: dari membangun produk ke menjualnya. Produk tidak menang cuma karena engineering-nya bagus — pengalaman desain, branding, dan monetisasi sama pentingnya. Dari situ obrolan mengalir panjang: affiliate marketing untuk pasar Amerika lewat konten YouTube, strategi micro-influencer, sampai cara mengelola akun Instagram dan TikTok tanpa mengorbankan kepercayaan para pemilik bisnis.

  4. Proyek otomasi di balik layar

    Bani dan Helmi juga sempat membahas ide proyek otomasi — mulai dari infrastruktur, backend untuk platform multi-channel, sampai modul analisis gambar. Semuanya masih di tahap rencana; yang dibutuhkan sekarang adalah lead atau tim yang mendorong agar ide ini benar-benar terealisasi.

  5. Ditutup dengan angka

    Sesi ditutup di topik yang paling penting: data. Dari profitabilitas toko online, operasional bisnis yang berpusat di Singapura, Google Ads, lini produk, sampai conversion rate. Satu hal yang kami sepakati bersama: setiap keputusan harus berdiri di atas data yang jelas, bukan sekadar feeling.